Sunday, May 20, 2007

park eun hye

Park Eun-Hye (박은혜) (born February 21, 1978 in South Korea) is a South Korean actress. She starred in the famous drama, Dae Jang Geum in 2003, as Jang Geum's best friend, Lee Yeon-Saeng. As a participant of the Korean Wave, she also starred in the Taiwan drama "Silence" with Vic Zhou, a member of F4, the popular Taiwanese music group. In Dae Jang Geum, Park's character eventually wins the favor of the king and becomes pregnant with his child. After being pressured by the queen and the king's mother to inform them of Jang Geum's plans, Yeon-Saeng goes into a difficult labor. With Jang Geum's help, she gives birth to a baby princess. Park Eun-Hye's character in Silence is mute. She meets her childhood love again and helps him realize the most precious things can not be bought with money. He finds out that he has liver cancer and tries to live life to its fulliest before his time is up

song hye kyo

Birth name Song Hye Kyo송혜교 Born November 22, 1981 (1981-11-22) (age 25) Registered on February 26, 1982South Korea Years active 1996 - present Official site (Korean) Official SidusHQ page Notable roles Eun Suh in Autumn Fairy TaleMin Su-Yeon in All InHan Ji Eun in Full House
Song Hye Kyo is a South Korean model and actress. Before getting her arts degree at Sejong University, Song made her debut by winning the Grand Prize in model search in SunKyung Smart and starring in a Sunday morning drama called Happy Morning (KBS, 1996). She starred in number of hit dramas including All In, Autumn Fairy Tale, and Full House

erika sawajiri

Name : Erika Sawajiri 沢尻エリカ Birth Name : Erika Sawajiri 沢尻エリカ Nickname : Kacchan, Aachan Birth Place : Nerima, Tokyo, Japan Birthday : 8 April 1986 Blood Type : A Chinese Zodiac : Tiger Ethnicity : Japanese/Algerian (Her mother is Algerian-French mixed) Horoscope : Aries Height : 160cm Talent Agency : Stardust Promotion Record Label : Sony Music Japan (as AMANE KAORU)

sedikit waktu yang berharga

Seperti biasa Rudi (nama samaran), Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,Imron (nama samaran juga), putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama."Kok, belum tidur ?" sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Imron menjawab, "Aku nunggu Papa pulang.
Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?""Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?""Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Imron singkat."Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja. Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian,Imron berlari mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam Papa digaji Rp. 40.000,- dong" katanya."Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Rudi Tetapi Imron tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, "Papa,aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- enggak ?""Sudah, nggak usah macam-macam lagi.Buat apa minta uang malam-malam begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah"."Tapi Papa..."Kesabaran Rudi pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron dikamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- ditangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata,"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Imron. Tapi buat apa sih minta uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. JangankanRp. 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Rudi."Papa, aku enggak minta uang.
Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini"."Iya, iya, tapi buat apa ?" tanya Rudi lembut."Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus ganti Rp.20.000,-.
Tapi duit tabunganku kurang Rp. 5.000,- makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Imron polos. Rudi pun terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan anaknya....